dingin mengkatupkan kerahnya
hanya untuk mereka yg berani dalam sepi
mengumpulkan semua derita
dan kesedihan dalam tungku kegigihan
yang akhirnya bermetamorfosa menjadi
seorang berpikiran jernih dan bijak
Kenangan akan masa lampau merupakan sebuah sejarah
yg hanya patut untuk di peras manfaatnya
dan tanpa berani membuka lagi lembaran yang sama
persaudaraan adalah semangat yang tak pernah padam
karenanya semua yg bernama ketakutan menjadi keberanian
kecemburuan lah datang, disaat tiap lembar cerita
mengapa tidak kau ambil sebuah jalan menapak yang cukup jelas
mencapai sebuah persinggahan sana
tapi terlalu banyak berpikir akan arti sebuah getaran jiwa
berhentilah untuk terus berjalan dalam ruangan labirin
yang bisa menyesatkan sampai jauh dari tujuan awal
akhirnya setia menunggu untuk di sambangin
dan andai musim dingin ini cepat berganti
akan ternyatakan bawah hidup
membutuhkan sebuah tenaga tambahan
untuk menapaki jalan ke persinggahan akhir
tak akan terlesatkan kata cinta
bila cita ini masih ada di awang-awang suargaloka
hanya permadani aladin yang mampu menerbangkan kesana
atau kekuatan akan akal pikiran
sebagai mahligai didepan para begawan
agar mereka yakin siapa nanti yang akan bersanding
lalu cerita seperti di pewayangan,
insan tuhan di bagian lain sedang mendalang
mencoba untuk menyingkirkan secawan anggur digenggaman
dan mengubahnya menjadi aliran sungai rhein yang pasang
kita tidak akan bersatu,
sembari bathin ini menghangatkan tangannya
karena jalan ini pernah dilalui dan terlalu banyak aral
di ujung persinggahan sana
semoga semuanya tidak berakhir dengan perseturuan ucapku
karena, dalam hitungan purnama kau sudah menapaki tanah baru
dan yang berjalan di dalam ruangan labirin
kau hadirkan pilihan dua sisi uang logam
antara ya atau diam
lebih memilih untuk datang disambangin
ini adalah sebuah pergolakan seperti dipadang kurusetra
bahwa kita terlampau jengah dengan kesendirian
kan kuguratkan sebuah prasasti hati
kan kusudahi sebuah sintesa perjalanan ini
kan ku sambangi dengan sayap-sayap rajawali
sembari ku persembahkan sebuah melodiku sendiri
untukmu joe wardhani
cologne, 17 desember 04
hanya untuk mereka yg berani dalam sepi
mengumpulkan semua derita
dan kesedihan dalam tungku kegigihan
yang akhirnya bermetamorfosa menjadi
seorang berpikiran jernih dan bijak
Kenangan akan masa lampau merupakan sebuah sejarah
yg hanya patut untuk di peras manfaatnya
dan tanpa berani membuka lagi lembaran yang sama
persaudaraan adalah semangat yang tak pernah padam
karenanya semua yg bernama ketakutan menjadi keberanian
kecemburuan lah datang, disaat tiap lembar cerita
mengapa tidak kau ambil sebuah jalan menapak yang cukup jelas
mencapai sebuah persinggahan sana
tapi terlalu banyak berpikir akan arti sebuah getaran jiwa
berhentilah untuk terus berjalan dalam ruangan labirin
yang bisa menyesatkan sampai jauh dari tujuan awal
akhirnya setia menunggu untuk di sambangin
dan andai musim dingin ini cepat berganti
akan ternyatakan bawah hidup
membutuhkan sebuah tenaga tambahan
untuk menapaki jalan ke persinggahan akhir
tak akan terlesatkan kata cinta
bila cita ini masih ada di awang-awang suargaloka
hanya permadani aladin yang mampu menerbangkan kesana
atau kekuatan akan akal pikiran
sebagai mahligai didepan para begawan
agar mereka yakin siapa nanti yang akan bersanding
lalu cerita seperti di pewayangan,
insan tuhan di bagian lain sedang mendalang
mencoba untuk menyingkirkan secawan anggur digenggaman
dan mengubahnya menjadi aliran sungai rhein yang pasang
kita tidak akan bersatu,
sembari bathin ini menghangatkan tangannya
karena jalan ini pernah dilalui dan terlalu banyak aral
di ujung persinggahan sana
semoga semuanya tidak berakhir dengan perseturuan ucapku
karena, dalam hitungan purnama kau sudah menapaki tanah baru
dan yang berjalan di dalam ruangan labirin
kau hadirkan pilihan dua sisi uang logam
antara ya atau diam
lebih memilih untuk datang disambangin
ini adalah sebuah pergolakan seperti dipadang kurusetra
bahwa kita terlampau jengah dengan kesendirian
kan kuguratkan sebuah prasasti hati
kan kusudahi sebuah sintesa perjalanan ini
kan ku sambangi dengan sayap-sayap rajawali
sembari ku persembahkan sebuah melodiku sendiri
untukmu joe wardhani
cologne, 17 desember 04
jagat - am Sonntag, 26. Dezember 2004, 16:21
